Nama : Akbar Aulia
Kelas : 4EA29
NPM : 10218399
Mata Kuliah : Manajemen Pemasaran
Revolusi Industri 4
Transformasi
Transformasi adalah perubahan, yaitu perubahan terhadap suatu hal atau keadaan. Jika suatu hal atau keadaan yang berubah itu adalah budaya, budaya itulah yang mengalami perubahan. Transformasi adalah sebuah proses perubahan secara berangsur-angsur sehingga sampai pada tahap ultimate, perubahan yang dilakukan dengan cara memberi respon terhadap pengaruh unsur eksternal dan internal yang akan mengarahkan perubahan dari bentuk yang sudah dikenal sebelumnya melalui proses menggandakan secara berulang-ulang atau melipat gandakan.
Langkah-langkah yang harus diambil dalam transformasi komunikasi publik
1. Membuat rencana digital secara komprehensif
Setiap organisasi yang ingin sukses dalam menghadapi
transformasi digital perlu membuat rencana digital yang rinci dan
komprehensif. Rencana tersebut memuat tujuan akhir yang ingin dicapai,
target jangka panjang maupun jangka pendek, serta matriks yang dipergunakan
untuk mengukur efektivitas strategi digital yang dijalankan. Semua aspek
perencanaan tersebut harus berjalan beriringan dengan aspek lain dari
organisasi tersebut. Perencaanan yang matang akan membantu organisasi untuk
tetap berada di jalur yang tepat sepanjang perjalanan digital mereka.
2. Perekrutan SDM yang tepat
Untuk dapat mengimbangi perkembangan dunia digital yang begitu cepat dibutuhkan SDM yang memiliki skill dan kemampuan yang tepat. Perekrutan SDM yang memiliki skill dalam hal penguasaan AI atau kecerdasan buatan, kemampuan dalam hal programming robotic, atau kemampuan teknis lain seperti pengembangan model analitik perlu dilakukan untuk memastikan organisasi tersebut tidak ketinggalan dalam aspek digital.
3. Menggunakan teknologi yang tepat dan sesuai kebutuhan
Pemanfaatan teknologi sebagai menjalankan usaha menjadi
salah satu strategi dalam menghadapi transformasi digital. Contoh dari
pemanfaatan teknologi ini adalah penggunaan program RPA untuk menjalankan tugas
rutin seperti pengambilan data, penggunaan kecerdasan buatan untuk melakukan
tes populasi, dan juga menggunakan Internet of Things (IoT) untuk
melakukan asesmen terhadap resiko yang dapat muncul setiap saat dalam proses
menjalankan usaha.
4. Pemanfaatan data real time
Teknologi digital memungkinkan para pelaku usaha dan pemilik
usaha untuk mendapatkan data secara real time. Data ini
dapat dimanfaatkan untuk pengambilan keputusan yang lebih tepat berdasarkan hasil
asesmen terhadap dampak yang mungkin terjadi, resiko yang harus dihadapi, serta
waktu yang tepat untuk melaksanakan keputusan tersebut.
5. Membangun komunikasi antara pengambil keputusan dengan
pelaku dunia digital
Sebuah strategi digital dapat diterapkan saat telah mendapat
persetujuan dari para pengambil keputusan. Oleh karena itu, perlu dibangun
komunikasi antara para pengambil keputusan dan para pelaku dunia digital dalam
organisasi yang sama. Komunikasi ini dapat dilakukan dengan berbagai cara mulai
dari bekerja sama dalam mengembangkan strategi risiko atau memberi laporan
berkala mengenai risiko dari setiap strategi digital yang akan diambil.
6. Penggunaan matriks risiko yang tepat
Setiap aksi atau strategi digital yang diterapkan dalam
sebuah organisasi memiliki risiko masing-masing. Penggunaan matriks risiko
menjadi hal yang krusial, untuk melihat seberapa besar risiko yang dihadapi.
Dengan memahami risiko yang ada, para pengambil kebijakan dapat menjadi lebih
proaktif dalam mengambil tindakan pencegahan atau penanggulangan risiko
tersebut.
Transformasi digital adalah hal yang pasti terjadi.
Organisasi yang tidak siap dalam menghadapi transformasi tersebut akan
menghadapi masalah besar di masa yang akan datang. Oleh karena itu, setiap
organisasi perlu mempersiapkan diri dalam menghadapi perubahan tersebut dengan
cara yang tepat.
No comments:
Post a Comment